Jumat, 11 Oktober 2013

Daftar Lengkap Juara Piala Dunia FIFA

Tiap empat tahun sekali, pecinta bola di seluruh dunia akan disajikan oleh sebuah gelaran kompetisi akbar. Kompetisi sepakbola antar negara terbesar yang mempertemukan berbagai negara di seluruh dunia. Ya, apalagi kalau bukan Piala Dunia. Piala Dunia - nama resminya, FIFA World Cup - merupakan turnamen sepakbola terbesar yang akan dipenuhi oleh banyak talenta hebat dari seluruh dunia. Tiap pemain profesional tentu bermimpi untuk bisa berlaga dalam laga prestis Piala Dunia atau kalau bisa sekalian menjadi juara. Tak heran jika tiap empat tahun sekali, jutaan - atau bahkan miliaran - pasang mata akan tertuju pada gelaran akbar ini. FIFA merupakan badan yang menyelenggarakan turnamen ini. Selaku organisasi yang mengatur persepakbolaan dunia, FIFA bertanggungjawab dalam semua hal teknis pelaksanaan kompetisi ini, mulai dari pemilihan host, penjadwalan, regulasi kualifikasi hingga aspek-aspek lainnya, teknis dan non-teknis. Pertama kali digelar di tahun 1930, Piala Dunia sempat vakum pada periode World War II sebelum kembali digelar kembali mulai tahun 1950.

Kontestan dan Juara

Berbagai negara-negara kuat konsisten bersaing dalam ajang ini. Brasil menjadi 'the usual suspect' mengingat tim ini selalu lolos ke putaran final. Hal ini masih belum ditambah pencapaian Brasil sebagai negara tersukses dengan total lima kali menjadi juara. Tim Samba juga menjadi tim pertama yang menjadi juara di benua Asia saat menyegel trofi kelima pada tahun 2002 lalu di Korea-Jepang. Sementara dua tim Amerika Latin lain, Argentina dan Uruguay masing-masing meraih dua trofi. Uruguay didapuk sebagai juara pada turnamen inagurasi, sedangkan Argentina bergantung pada magis Maradona saat meraih trofi keduanya tahun 1986 lalu.

Eropa menjadi benua dengan jumlah negara juara terbanyak. Italia, Jerman, Inggris, Prancis dan yang terbaru Spanyol pernah menyabet trofi Jules Rimet - sebutan untuk trofi Piala Dunia - minimal sekali. Hal ini belum ditambah fakta bahwa Hungaria, Cekoslovakia, Swedia hingga Belanda yang pernah menjadi runner up. Belanda bahkan telah menjadi finalis dalam tiga kali kesempatan - hingga memunculkan julukan juara tanpa mahkota. Italia dan Jerman menjadi negara Eropa tersukses dengan empat trofi, dimana trofi terakhir masing-masing diraih pada tahun 2006 dan 2014 lalu.

Lantas bagaimana dengan negara-negara asal benua Asia, Afrika atau bahkan Oseania. Negara Asia pertama yang lolos ke putaran final adalah Indonesia - atau dulu dikenal juga sebagai Hindia-Belanda. Sementara pencapaian tertinggi diraih Korea Selatan yang menembus babak semifinal di rumah sendiri. Negara tradisional Asia lain seperti Jepang, Saudi Arabia dan Iran maksimal hanya sampai babak 16 besar. Sedangkan dari benua Afrika, tiga negara pernah mencapai babak perempat final - Kamerun, Senegal dan Ghana. Zona Oseania hanya pernah meloloskan Australia hingga babak 16 besar, sebelum negara ini memutuskan untuk 'hijrah' ke zona Asia.

Tentu terdapat gap yang cukup besar antara kontestan dari Eropa/Amerika dengan Asia/Afrika/Oseania. Seperti kita tahu tim-tim seperti Jerman, Italia, Brasil, Spanyol atau Argentina selalu menjadi seeded team di berbagai edisi, sedangkan nama-nama seperti Kamerun, Arab Saudi, Iran atau Tunisia seperti hanya menjadi pelengkap saja. Penulis pun sadar bahwa hal ini tidak bisa dihindari mengingat perbedaan kualitas sepakbola di tiap-tiap benua. Hal ini seharusnya tidak menjadi masalah serius mengingat benua Eropa dan Amerika bisa dibilang menjadi kiblat sepakbola dunia.


Daftar Juara Tiap Edisi

1930 - Uruguay
1934 - Italia
1938 - Italia
1942 - (tidak diadakan karena konflik perang dunia II)
1946 - (tidak diadakan karena konflik perang dunia II)
1950 - Uruguay
1954 - Jerman Barat
1958 - Brasil
1962 - Brasil
1966 - Inggris
1970 - Brasil
1974 - Jerman Barat
1978 - Argentina
1982 - Italia
1986 - Argentina
1990 - Jerman Barat
1994 - Brasil
1998 - Prancis
2002 - Brasil
2006 - Italia
2010 - Spanyol
2014 - Jerman
2018 - ?

Legenda

Sebagai kompetisi sepakbola terbesar, tentunya ajang ini menghadirkan aksi-aksi gemilang dari tiap legenda sepakbola. Nama-nama yang ikonik seperti Maradona dan Pele pernah menorehkan tinta emas di kompetisi ini. Maradona dikenal sebagai bintang utama di edisi 1986 Meksiko, terutama berkat dua aksi asal Inggris, baik positif - gol dengan melewati sejumlah pemain Inggris - hingga yang negatif - gol kontroversial 'hand of God'. Adapun Pele menjadi pemain yang sukses menjadi juara di dua edisi - 1958 dan 1970 - dimana di kesempatan pertama ia mencetak hatrick di partai final saat usianya masih belia. Dua nama itu hanyalah sedikit dari puluhan legenda lain yang akan dikenang selama pagelaran Piala Dunia FIFA. Johan Cruyff, Michel Platini, Gerd Muller, Bobby Moore, Jairzinho, Paolo Rossi, Franz Beckenbauer, Romario, Zinedine Zidane, Ronaldo, Gianluigi Buffon, Miroslav Klose atau Andres Iniesta merupakan contoh legenda memorable lain. 


Piala Dunia 2018

Edisi berikutnya akan diselenggarakan di Rusia pada tahun 2018 mendatang. Jerman selaku juara bertahan masih menjadi favorit utama. Tim Panser tentu berharap menyamai torehan trofi Brasil yang mereka kalahkan dalam road to Final di edisi 2014 lalu. Brasil sendiri tentu langsung melakukan perbaikan, terutama setelah kekalahan memalukan 1-7 di babak semifinal. Penulis menggarisbawahi talenta-talenta muda skuad Samba seperti Gabriel Barbosa, Marquinhos, Lucas Moura hingga superstar Neymar sebagai ujung tombak skuad. Prancis juga menjadi kandidat, apalagi pemain seperti Paul Pogba, Antoine Griezmann hingga Dimitri Payet akan mencapai usia emas di Rusia. Argentina dan Portugal juga tak bisa dipandang sebelah mata. Ya, tentu saja hal ini karena adanya Messi dan Ronaldo di skuad mereka. Tentu kita sama-sama tahu bahwa keduanya mendominasi pemenang Ballon d'Or sejak tahun 2008 lalu, total 9 tahun. Italia, Spanyol, Chile, Inggris atau Uruguay juga patut diperhitungkan. 

Lalu bagaimana dengan tuan rumah Rusia? Tidak banyak yang berani mengunggulkan Rusia dalam 10 besar tim favorit, apalagi menjadi favorit utama. Tim ini gagal lolos di ajang 2014 dan hanya meraih 1 poin di babak grup EURO 2016 lalu. Materi pemain yang ada juga jauh dari komposisi tahun 2008 saat tim Beruang Merah melaju ke babak semifinal EURO di Austria-Swiss. Tidak ada sosok Arshavin, Pavlyuchenko atau Zhirkov. Sebagai gantinya, nama-nama seperti Dzyuba, Kokorin atau Smolnikov dirasa belum cukup bagus untuk membawa Rusia melaju jauh di rumah sendiri.

Tentu menarik mengantisipasi gelaran Piala Dunia 2018 di Rusia. Menarik melihat para tim unggulan saling sikut memperebutkan trofi Jules Rimet. Menarik juga melihat upaya para pemain pasang aksi memperbutkan gelar pemain terbaik. Menarik pula menyaksikan para penyerang saling adu gol mengincar predikat top skor. Maka kita hanya bisa mengetahui jawabannya di gelaran Piala Dunia berikutnya